Sejarah Mesin Convection Oven dan Efektifitasnya
Peralatan Dapur

Sejarah Mesin Convection Oven dan Efektifitasnya

Convection oven (oven konveksi) atau oven dengan kipas pertama kali digunakan di tahun 1967. Pada waktu itu desain mesin oven konveksi masih cukup sederhana. Seperti sebuah convection oven dengan kipas dan elemen pemanas yang disematkan di sekitar oven. Elemen pemanas tersebut berfungsi menyediakan panas untuk memanggang. Sementara kipas kecil di dalam oven yang bertugas memutar udara di dalam oven yang dibutuhkan untuk memasak.

Sebuah oven konveksi bisa mencakup sumber radiasi suhu panas di sisi atas dan bawah. Keberadaannya mampu mengoptimalkan aliran panas dan kecepatan memasak. Meski demikian, ada pula oven yang disemati elemen pemanas di bagian luar dan jauh dari makanan. Penempatan demikian cukup mengurangi dampak panas radiasi di makanan. Tetapi suhu panas yang relatif lebih rendah di dalam oven masih cukup untuk memanaskan makanan. Hal ini karena sirkulasi udara panas juga akan memanaskan dinding oven.

Dibandingkan dengan seri perdana, kini telah hadir microwave convection oven. Sebuah convection oven yang dibekali dengan teknologi oven microwave perlu mendapat masakan matang lebih cepat. Tingkat kematangan makanan juga matang sempurna. Sehingga Anda tidak perlu khawatir makanan gosong di salah satu sisi. Tentunya hasil yang bisa Anda dapat akan lebih baik dari oven konveksi seri pertama. Sekarang pun sudah banyak dipasarkan convection oven listrik berbagai ukuran yang bisa dipilih sesuai kebutuhan Anda.

Efektifitas Convection Oven

Dibanding dengan oven konvensional dalam prinsip kerjanya oven konveksi akan mengalami penurunan suhu. Penurunan yang terjadi bisa sangat berbeda, bergantung beberapa faktor yang mempengaruhi. Seperti jumlah makanan yang dimasak di dalam oven, penggunaan nampan, atau lainnya.

Efek panas yang dihasilkan oven konveksi cocok dengan panas yang diperlukan untuk memasak. Dimana oven konveksi memberi hasil panggangan bagus untuk makanan bertekstur kering. Seperti pizza dan lainnya. Sementara oven konveksi tidak dibenarkan untuk membuat roti karena cenderung mengurangi tekstur lembutnya. Karenanya jenis convection oven lebih banyak digunakan oleh pengusaha kue kering, pastry, pizza, dan aneka hidangan kering lainnya.